Showing posts with label Inspiring Person. Show all posts
Showing posts with label Inspiring Person. Show all posts

Friday, March 28, 2008

0

Legenda Hidup Singapura: Lee Kuan Yew

Tahun 1959, People’s Action Party (PAP) pimpinan Lee Kuan Yew berhasil memenangkan pemilu di Singapura dengan menguasai 41 dari 53 kursi di parlemen. Saat Lee diangkat menjadi perdana menteri, kas negara dalam keadaan kosong, kondisi negara carut-marut, penerapan hukum buruk, konflik antar etnis, masyarakat jorok dengan sampah dimana-mana dan pengangguran mencapai 40%. Sedangkan sumber daya alam sangatlah minim, luas Singapura hanya 400 km dengan komoditi andalan cuma padi. Kalaupun seandainya semua lapangan sepak bola dikonversi menjadi sawah, ia hanya mampu menyajikan beras untuk 40.000 orang. Untuk membangun turisme-pun susah karena masyarakatnya jorok dan tidak mempunyai pantai yang bagus.

Lee hanya mempunyai sebuah impian dan beberapa orang pemikir, dan didukung satu modal utama, yaitu lokasi singapura yang strategis. Dengan tekad bulat Lee harus mengubah singapura. Ia memimpikan sebuah negara kecil yang bersih, disiplin, memegang kuat tradisi penghormatan terhadap orang tua, dan tentu saja kaya. Lalu harus dimulai dari mana? Lee berfikir keras sambil diliputi kekhawatiran kalau Singapura tidak segera berubah dan ia tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduknya, Singapura akan menjadi sasaran penyebaran Komunis. Maka dengan segera ia menggulirkan pekerjaan tersebut. Ia menugaskan Dr. Goh Keng Swee untuk merancang pembangunan yang agresif. Goh segera bertindak, Industrialisasi adalah pilihan utama, hanya masalahnya Singapura tidak punya bahan baku, SDM yang kurang berkualitas, tidak ada ketrampilan Industri, dan yang paling parah, tidak punya pasar yang cukup besar. Itulah sebabnya mereka menjalin pasar bersama (common market) dengan Malaysia. Namun itu saja belum cukup.

Untuk memajukan perekonomian, pemerintah Lee meminta bantuan PBB agar mengirim ahli ekonominya. Pada tahun 1960 PBB mengirim misi survei industrial yang dipimpin oleh Dr. Albert Winsemius, yang dibantu oleh seorang keturunan China, I.F.Tang. Dengan bantuan keduanya, Lee merumuskan strategi pembangunan ekonomi global yang berorientasi pada keunggulan daya saing dan produktivitas lewat pemerintah yang bersih, masyarakat yang disiplin dan industrialisasi yang ditangani oleh tenaga-tenaga profesional. Pemerintahan Lee tidak anti asing maka setiap bangsa boleh ikut mengembangkan Singapura asal betul-betul profesional dan menguntungkan negara. Ada dua badan yang menjadi andalan Lee saat itu, yaitu HDB (Housing Development Board) dan EDB (Economic Development Board).

Pada saat perubahan mulai dijalankan, tentu saja banyak pihak yang tidak siap. Bahkan Lee sering disebut sebagai salah satu diktator Asia yang anti demokrasi, HAM dan kebebasan berserikat. Ia begitu tegas menegakkan hukum dan menjatuhkan denda yang sangat besar bagi orang yang melanggar ketertiban dan tidak menjaga kebersihan kota.

Perubahan yang digulirkan Lee tentu tidak akan berhasil kalau ia hanya berfokus pada wacana politik dan nilai-nilai tertentu saja. Berdasar pada nilai-nilai seperti disiplin, keramahan dalam melayani konsumen, profesionalisme, kreativitas dll, Lee memberikan kebebasan pada para pemikir sekaligus pelaku spt Dr. Goh, Dr. Albert dan I.F.Tang dll untuk bergerak bebas mengeksekusi ide-ide kreatif mereka. Merekalah yang berperan sangat penting dalam mempercepat Industrialisasi di Singapura. Contohnya saat mereka mengangkat kepala perwakilan EDB di New York, mereka lebih memilih seorang top salesman dengan pengalaman bisnis, street smart, sabar, jujur dan pekerja keras ketimbang seorang birokrat, akademisi ataupun politisi yang berkantor diruang tertutup. Pilihan jatuh kepada Chan Chin Bok, seorang mantan salesman yang juga kolumnis bisnis. Berkat bantuan Chan, Singapura menjalin kerjasama dengan produsen otomotif di Detroit, Ford misalnya memilih Singapura sebagai lokasi Assembly Part-nya di Asia setelah Singapura menjalin kerja sama Common Market dengan Malaysia. Hal menarik yang terjadi disini adalah kisah hubungan Malaysia-Singapura yang memperebutkan lokasi, lebih merupakan deal business ketimbang deal-deal politik.

Tentu saja kisah diatas berlaku pada masa-masa awal perubahan. Pada tahap awal negara membutuhkan dua tangan sekaligus: yang satu tangan pemikir (Thinker) dan yang satu tangan pelaku (Doer). Namun sekarang keduanya membutuhkan kecerdasan intelektual dan hal itu dapat dicapai dengan penyediaan pendidikan yang baik seiring berjalanya waktu.

Di masa pemerintahanya Lee sangat konsisten menata pemerintahanya. Dalam setiap tahap ia selalu merumuskan langkah-langkah konkret yang harus diambil setiap jajaran dan departemen dibawahnya. Tak disangka, Singapura yang tak punya apa-apa sekarang malah menjadi salah satu negara terkaya didunia. Pada saat Lee melepaskan jabatanya (1990), GDP per kapita Singapura telah menjadi US$ 14.000 dan terus tumbuh, pada tahun 2004 saja, GDP per kapita telah mencapai US$ 22.000.

Thanks to Dr. Rhenald Kasali for the inspiration.

Thursday, August 9, 2007

0

Biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden RI ke enam dan Presiden pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia. Bersama Drs. M. Jusuf Kalla sebagai wakil presidennya, beliau terpilih dalam pemilihan presiden di 2004 dengan mengusung agenda "Indonesia yang lebih Adil, Damai, Sejahtera dan Demokratis", mengungguli Presiden Megawati Soekarnoputri dengan 60% suara pemilih. Pada 20 Oktober 2004 Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik beliau menjadi Presiden.

Presiden SBY, seperti banyak rakyat memanggilnya, lahir pada 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. Seorang ilmuwan teruji, beliau meraih gelar Master in Management dari Webster University, Amerika Serikat tahun 1991. Lanjutan studinya berlangsung di Institut Pertanian Bogor, dan di 2004 meraih Doktor Ekonomi Pertanian.. Pada 2005, beliau memperoleh anugerah dua Doctor Honoris Causa, masing-masing dari almamaternya Webster University untuk ilmu hukum, dan dari Thammasat University di Thailand ilmu politik.

Susilo Bambang Yudhoyono meraih lulusan terbaik AKABRI Darat tahun 1973, dan terus mengabdi sebagai perwira TNI sepanjang 27 tahun. Beliau meraih pangkat Jenderal TNI pada tahun 2000. Sepanjang masa itu, beliau mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan di Indonesia dan luar negeri, antara lain Seskoad dimana pernah pula menjadi dosen, serta Command and General Staff College di Amerika Serikat. Dalam tugas militernya, beliau menjadi komandan pasukan dan teritorial, perwira staf, pelatih dan dosen, baik di daerah operasi maupun markas besar. Penugasan itu diantaranya, Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad, Panglima Kodam II Sriwijaya dan Kepala Staf Teritorial TNI.

Selain di dalam negeri, beliau juga bertugas pada misi-misi luar negeri, seperti ketika menjadi Commander of United Nations Military Observers dan Komandan Kontingen Indonesia di Bosnia Herzegovina pada 1995-1996.

Setelah mengabdi sebagai perwira TNI selama 27 tahun, beliau mengalami percepatan masa pensiun maju 5 tahun ketika menjabat Menteri di tahun 2000. Atas pengabdiannya, beliau menerima 24 tanda kehormatan dan bintang jasa, diantaranya Satya Lencana PBB UNPKF, Bintang Dharma dan Bintang Maha Putra Adipurna. Atas jasa-jasanya yang melebihi panggilan tugas, beliau menerima bintang jasa tertinggi di Indonesia, Bintang Republik Indonesia Adipurna.

Sebelum dipilih rakyat dalam pemilihan presiden langsung, Presiden Yudhoyono melaksanakan banyak tugas-tugas pemerintahan, termasuk sebagai Menteri Pertambangan dan Energi serta Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan pada Kabinet Persatuan Nasional di jaman Presiden Abdurrahman Wahid. Beliau juga bertugas sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan dalam Kabinet Gotong-Royong di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada saat bertugas sebagai Menteri Koordinator inilah beliau dikenal luas di dunia internasional karena memimpin upaya-upaya Indonesia memerangi terorisme.

Presiden Yudhoyono juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi masyarakat sipil. Beliau pernah menjabat sebagai Co-Chairman of the Governing Board of the Partnership for the Governance Reform, suatu upaya bersama Indonesia dan organisasi-organisasi internasional untuk meningkatkan tata kepemerintahan di Indonesia. Beliau adalah juga Ketua Dewan Pembina di Brighten Institute, sebuah lembaga kajian tentang teori dan praktik kebijakan pembangunan nasional.

Presiden Yudhoyono adalah seorang penggemar baca dengan koleksi belasan ribu buku, dan telah menulis sejumlah buku dan artikel seperti: Transforming Indonesia: Selected International Speeches (2005), Peace deal with Aceh is just a beginning (2005), The Making of a Hero (2005), Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance (2002), dan Coping with the Crisis - Securing the Reform (1999). Ada pula Taman Kehidupan, sebuah antologi yang ditulisnya pada 2004. Presiden Yudhoyono adalah penutur fasih bahasa Inggris.

Presiden Yudhoyono adalah seorang Muslim yang taat. Beliau menikah dengan Ibu Ani Herrawati dan mereka dikaruniai dengan dua anak lelaki. Pertama adalah Letnan Satu Agus Harimurti Yudhoyono, lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 yang sekarang bertugas di satuan elit Batalyon Lintas Udara 305 Kostrad. Putra kedua, Edhie Baskoro Yudhoyono, mendapat gelar bidang Ekonomi dari Curtin University, Australia.